“Bitaaaaaaaaaa” aku meneriakkan nama Bita yang kulihat sudah menyeberangi lapangan sekolah. Aku yang baru saja diantar Ayah langsung bergegas turun dan meneriakkan namanya. Bita terus menunduk malu dan melambaikan tangan.
“Hai” sapanya ketika aku sudah mendekat. Dia kemudian menarikku menuju kelas dengan cepat. “Aduhhh malu gue, jangan kenceng-kenceng!!”
“Hehehehe, maap. Gimana kemarinnnn????” tanyaku saat kami sudah sampai ke kelas.
“Gue dapet banyaaaaaaaaaaaaaaaaakkk dong” ucapnya cengengesan lalu mengeluarkan novel-novel yang dia beli, sari yang terjemahan sampai teenlit dan semuanya masih di segel. Sialan! Dia mau pamer.,. ughh! Bikin envy ajaa... L
“Taraaaaaaa”“Argghhh, gue mauuuuu!!” aku langsung duduk dan melihat-lihat novel mana yang menggoda iman. “Lo mau baca ini semua??” Kataku berharap kalau dia akan meminjamkan satu untukku.